Setiap orang pasti menginginkan masa depan yang lebih baik. Apa arti masa depan bagi kita? Masa depan yang bagaimana yang kita inginkan? Jadi kaya raya belum pasti, punya jabatan tinggi juga belum tentu, lalu apa yang pasti? Masa depan yang pasti bagi kita adalah mati, karena setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Sudahkah kita mempersiapkan kematian kita dengan baik? Jangan kira setelah manusia mati semua masalah akan berakhir. Setelah kita mati, jasad kita akan dikubur, dan jasad kita akan hancur. Lalu apa yang terjadi setelah kita mati dan jasad kita hancur?
Senin, 16 November 2015
Kamis, 12 November 2015
Pancasila dan NKRI Harga Mati? (2 - Habis)
Ikatan fanatisme kebangsaan muncul tatkala sekelompok orang pengagum nasionalisme berpikir sempit, lalu menjadikan kecintaan terhadap bangsanya sebagai dasar untuk mengikatkan dirinya dan bertujuan untuk membuktikan bahwa bangsanya lebih superior dibanding bangsa lain. Ikatan ini sangat lemah, karena didasarkan atas kesamaan perasaan bukan pemikiran, dan pasti akan menimbulkan pertentangan dan permusuhan dari bangsa lain yang juga merasa lebih superior, dan ikatan ini akan hilang begitu berbenturan dengan kepentingan dunia.
Senin, 09 November 2015
Pancasila dan NKRI Harga Mati? (1)
Sekarang sedang hangat-hangatnya berita tentang program bela negara yang diinisiasi oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI. Program yang berisi pendidikan bela negara bagi warga negara dengan kualifikasi tertentu tersebut sudah pasti berisi doktrin-doktrin nasionalisme seperti cinta tanah air, pengabdian kepada bangsa dan negara, dan sebagainya. “Pancasila dan NKRI Harga Mati” adalah doktrin yang ditanamkan kepada para peserta pelatihan bela negara. Apakah doktrin tersebut bertentangan dengan ajaran agama Islam?
Kamis, 05 November 2015
Injil Kini: Alkitab yang Tak Suci Lagi (8 - Habis)
KEJADIAN 8:21 vs 1 SAMUEL 6:19 & MARKUS 5:12-13
Dalam Kejadian 8:21 tertulis,
“Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekali pun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan."
Coba perhatikan baik-baik kalimat dalam ayat tersebut, Tuhan berjanji tidak akan membinasakan segala sesuatu yang hidup. TETAPI dalam 1 Samuel 6:19 tertulis,
Senin, 02 November 2015
Injil Kini: Alkitab yang Tak Suci Lagi (7)
MAZMUR 100:5 vs 1 SAMUEL 15:3
Dalam Mazmur 100:5 tertulis,
“Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun."
Jelas di sana tertulis Tuhan itu baik.
TETAPI, dalam 1 Samuel 15:3 tertulis,
“Tuhan berfirman: Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."
Luarrrr biasa, baru kali ini saya membaca kitab yang mengajarkan terorisme secara terang-terangan tanpa malu-malu, tanpa basa-basi, asli nih kitab menyuruh umatnya untuk membantai siapa aja dan apa aja tanpa terkecuali, sadis luar biasa, kalah sadis nih ISIS. Masa’ Tuhan menyuruh umatnya untuk jadi teroris? Yang bener aja?
Kamis, 29 Oktober 2015
Injil Kini: Alkitab yang Tak Suci Lagi (6)
1 RAJA-RAJA 7:26 vs 2 TAWARIKH 4:5
Coba perhatikan satu ayat ini, 1 Raja-raja 7:26. Dalam satu ayat saja sudah terlihat betapa Injil Kristen selalu diubah-ubah oleh manusia. Beda versi, beda bunyi, beda angka. Injil versi tahun 1954 berbeda dengan versi tahun 1974, berbeda lagi dengan versi tahun 1985 dan 2008. Masa’ kitab suci selalu berubah bunyi, yang bener aja?
Senin, 26 Oktober 2015
Injil Kini: Alkitab yang Tak Suci Lagi (5)
KEJADIAN 12:15 vs KEJADIAN 20:2
Dalam Kejadian 12:15 disebutkan,
“dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya.”
Ayat tersebut menyebutkan bahwa Sarai atau Sara istri Abraham dibawa oleh Firaun.
TETAPI dalam Kejadian 20:2 disebutkan,
“Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku" maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.”
Ayat tersebut menyatakan bahwa Sara dibawa oleh Abimelekh. Lalu yang mana yang benar? Sara dibawa oleh Fir’aun atau Abimelekh?
Langganan:
Postingan (Atom)






