Senin, 26 Juni 2017

Menjawab Pertanyaan dari Akun Bambang Susilo (3)

Kita lanjutkan menjawab pertanyaan dari akun Bambang Susilo (BS) dalam artikel berjudul "Agama Islam yang Paling Benar, Ini Buktinya!". Berikut ini pertanyaan ke-5 sampai ke-8.

BS: 
5. Apa / Mana BUKTI, bahwa jibril yg berbicara kpd muhamad adalah Asli, bukan iblis yg sedang menyamar menjadi malaikat? Sebab: perilaku dan kata2 nya mirip iblis: suka minta2 disembah! main cekik di gua Hira, BERTENTANGAN Dgn KEBENARAN Alkitab! Mana ada malaikat asli yg main cekik?? 

Senin, 19 Juni 2017

Menjawab Pertanyaan dari Akun Bambang Susilo (2)

Saya lanjutkan menjawab pertanyaan ke-3 yang diajukan akun bernama Bambang Susilo (BS) dalam artikel berjudul "Agama Islam yang Paling Benar, Ini Buktinya!" 

BS: 
3. Mana ayat dalam Alkitab yang memberitahu bahwa nama YHWH (TUHAN) Allah-nya MUSA, Telah BERUBAH Namanya menjadi “Alloh SWT”? 

Penjelasan saya: 
“Allah” dengan “Alloh” itu sama entitas-Nya. Hanya berbeda penyebutan saja, karena perbedaan bahasa. SWT itu singkatan dari Subhanahu wa Ta’ala, artinya Yang Mahasuci dan Mahatinggi. Silakan lihat Yesaya 57 : 15 

Senin, 12 Juni 2017

Menjawab Pertanyaan dari Akun Bambang Susilo (1)

Bismillah,

Akun google dengan nama Bambang Susilo (BS) ini rajin sekali mengunjungi blog saya, membaca artikel dan komentar, serta berkomentar dan bertanya. Saya ucapkan terima kasih sebelumnya. Sebenarnya saya ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan BS secara langsung di kolom komentar. Tapi karena kalau saya jawab, jawabannya sangat panjang sekali, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan artikel saja, biar lebih jelas. Pertanyaan dan komentar BS bisa dibaca di artikel berjudul "Agama Islam yang Paling Benar, Ini Buktinya!" 

Rabu, 21 Desember 2016

Islam dan Keadilan

Bismillah

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas soal nasionalisme dan 'ashobiyah. Sudah kita pahami pula bahwa nasionalisme adalah salah satu bentuk 'ashobiyah. Mungkin ada pembaca yang bilang dalam hati, “Koq kayaknya ngeri banget ya, Islam rela menomorduakan kebhinekaan, keberagaman, kebersamaan, dan toleransi antar umat beragama demi membela aqidah?” Islam ga seseram itu koq. Islam mengajarkan membela aqidah tapi juga mengajarkan untuk menegakkan keadilan. Adil terhadap siapa saja, termasuk kepada orang kafir, fasik, atau zalim sekali pun. 

Rabu, 14 Desember 2016

Nasionalisme adalah ‘Ashobiyah

Bismillah,

Kalau kita perhatikan, setiap kali umat Islam di Indonesia melakukan aksi yang melibatkan massa dalam jumlah besar, selalu saja diikuti dengan diadakannya aksi tandingan oleh kelompok-kelompok yang mengusung nasionalisme. Bahkan, hampir semua media massa menisbikan gagasan Islam dan justru membingkai narasi pada ide kebhinekaan, persatuan bangsa, atau toleransi. Dari sini kita bisa melihat, adanya persaingan membangun opini publik yang terjadi antara dua kelompok, yakni kelompok Islam dengan kelompok nasionalis. Jika memang demikian, nasionalisme tentu tak sejalan dengan Islam, atau dengan kata lain, nasionalisme adalah paham yang bertentangan dengan Islam. Mari kita bahas lebih mendalam. 

Rabu, 07 Desember 2016

Islam Tanpa Embel-Embel

“...Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu...” (TQS. Al-Maaidah [5] : 3) 

Cukuplah firman Allah tersebut sebagai penjelas bahwa Islam itu telah sempurna, tidak perlu ditambah-tambah dan tidak perlu juga dikurang-kurangi. Islam itu satu, Islam ya Islam, ga perlu ditambah dengan kata “nusantara” lalu menjadi islam nusantara. Ajaran yang diakui sebagai ajaran Islam, tetapi ditambah dengan embel-embel tertentu, dapat dipastikan itu adalah aliran sesat, menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Jadi, kalau ada pihak-pihak tertentu yang memunculkan istilah baru seperti islam liberal, islam arab, islam mesir, islam NKRI, islam moderat, atau yang lainnya, maka ajaran tersebut bukanlah ajaran Islam. 

Senin, 01 Februari 2016

Rokok itu HARAM (5 - Habis)

Tatkala suara azan berkumandang di senja hari 
Engkau sibuk bercengkerama dengan si kepala api 

Saat makmum sholat berjamaah memakai parfum yang wangi 
Tak sedikit pun engkau peduli dengan mulutmu yang lebih busuk dari bau terasi 

Ketika si mukmin meminta perlindungan kepada Illahi 
lalu melangkah dengan kaki kiri 
Engkau malah khusyuk menikmati godaan si sembilan senti 
sembari nongkrong bersama setan perempuan dan setan laki-laki 

Ketika si fakir berharap sedikit rezeki 
Malah engkau alihkan lagi-lagi untuk si kepala api 

Manakala si miskin menahan lapar dahaga di siang hari 
Engkau malah di sisinya dengan asap ngebul berkali-kali 

Tatkala si pesakitan terbaring lunglai di ruang sunyi 
Hatimu tak juga luluh untuk berpaling dari tembakau mini 

Laa ilaaha illa allah 

Tidak ada sesembahan selain Allah ya akhi 
Ingkari dulu si thogut sembilan senti berkepala api 
Barulah hadir tauhid hakiki di dalam hati 

#rokokadalahsetan