Waktu
saya masih sekolah dulu, selalu didoktrin bahwa semua agama benar karena semua
agama mengajarkan kebaikan. Itu pemikiran dulu, wajar saja demikian karena saya
bersekolah di lembaga pendidikan sekuler, institusi yang memisahkan agama dari
pendidikan, sejak Taman Kanak-kanak (TK) hingga kuliah di perguruan tinggi. Tak
satu pun sekolah yang saya masuki mau mengajarkan Islam secara kaffah. Tapi tak mengapa, dengan begitu
saya jadi bisa memahami mana yang benar dan mana yang salah, mana yang lurus
dan mana yang menyimpang, mana yang betul dan mana yang sesat. Sebagai umat
Islam, tentu kita harus kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah untuk mengetahui
apakah betul semua agama itu baik dan benar.
Rabu, 04 Desember 2013
Senin, 07 Oktober 2013
Makna Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (3)
Sejak zaman Soekarno berkuasa hingga sekarang, masyarakat Indonesia meyakini bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukanlah negara agama, yaitu negara yang didirikan atas landasan agama tertentu,
melainkan sebagai negara yang didirikan atas landasan Pancasila atau negara
Pancasila. Padahal, di dalam konstitusi Indonesia, tidak pernah ada kata "Pancasila" yang disebutkan baik pada pembukaan maupun batang tubuh UUD 1945. Tetapi justru sebaliknya, kalimat-kalimat dalam konstitusi Indonesia malah menyatakan bahwa Indonesia harus berdasarkan atas ketauhidan.
Kamis, 03 Oktober 2013
Makna sila Ketuhanan Yang Maha Esa (2)
Sejak dahulu
hingga sekarang, sila pertama Pancasila selalu dimaknai sebagai toleransi,
saling hormat-menghormati, dan rukun antar umat beragama. Akibatnya, umat Islam
enggan untuk mengajak umat beragama lain untuk masuk ke dalam Islam. Umat Islam
malu untuk mendakwahkan bahwa Islam lebih baik daripada Pancasila. Kita memang
perlu toleransi, saling menghormati, dan hidup rukun, tetapi jangan sampai
toleransi itu juga diartikan sebagai toleransi akidah/ideologi. Umat Islam
akidah/ideologinya ya tetap Islam, bukan yang lain. Saling menghormati bukan
berarti melindungi akidah sesat, hidup
rukun bukan berarti meninggalkan dakwah Islam.
Selasa, 01 Oktober 2013
Makna Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (1)
Pada 1 Oktober ini berbagai instansi
pemerintahan serentak menggelar upacara memperingati hari kesaktian Pancasila.
Pancasila yang sejak 1965 di”saktikan” oleh Soeharto sampai saat ini pun masih
disakralkan oleh banyak pihak sebagai ideologi yang paling tepat, paling cocok,
dan paling pas buat bangsa Indonesia. Karena kesaktiannya itulah banyak juga
orang yang kemudian meyakini—karena dipaksa meyakini—bahwa Pancasila adalah
harga mati bagi NKRI. Kali ini kita akan mengupas tuntas mengenai
makna sebenarnya dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Melalui pembahasan
ini semoga akan terwujud generasi-generasi penerus bangsa Indonesia
yang menjunjung tinggi nilai-nilai tauhid.
Senin, 02 September 2013
Islam sebagai Ideologi
Di antara para pemikir terkemuka Islam, ideologi Islam didefinisikan dengan banyak makna. Ada yang berpendapat bahwa ideologi Islam adalah sistem pemikiran yang berdasar pada akidah agama Islam. Islam dilahirkan dari proses berpikir yang menghasilkan keyakinan yang teguh terhadap keberadaan (wujud) Allah sebagai Sang Maha Pencipta dan Pengatur kehidupan, alam semesta dan seluruh isinya, termasuk manusia. Dari keyakinan ini tumbuhlah kepercayaan akan adanya rasul dari golongan manusia, yang menuntun dan mengajarkan manusia untuk mentaati penciptanya, dan keyakinan akan adanya hari perjumpaan dengan Allah SWT.
Senin, 26 Agustus 2013
Agama Dijadikan Ideologi?
“Islam itu kan cuma agama, Islam bukan ideologi. Islam itu kan cuma buat ngatur orang beribadah, jadi negara ga perlu diatur pake Islam. Indonesia kan ideologinya pancasila, kalo mau negara berdasarkan Islam ke Arab aja sono. Aceh noh liat, so gaya pake syariat islam, tetep aja ga beres..”
Pernah mendengar kalimat-kalimat tersebut di atas terlontar dari mulut orang banyak? Atau malah sering mendengar kalimat-kalimat seperti itu?
Jumat, 02 Agustus 2013
Pesan untuk Para Da'i Indonesia
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Jazakumullah, al ‘ulama al ahibbaa’ fillah..
Arifin mohon maaf lahir batin.
Ikhwah fillah,
Persoalan terbesar bagi umat Islam saat ini yang mengalami kekalahan di semua lini, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, bahkan semua aspek kehidupan karena umat Islam telah meninggalkan Islam, meninggalkan Al-Qur’an dan Sunnah, dan sampai puncaknya adalah krisis ukhuwah. Bukan hanya bagi umat Islam, bahkan bagi ulamanya sendiri.
Ikhwah fillah
Kenapa kita tidak punya haibah? prestise di dunia, di negeri sendiri? Pada lingkungan kita sendiri kita tidak punya haibah, karena kita tidak punya al-quwwah, kekuatan. Kenapa tidak punya al-quwwah?
Langganan:
Postingan (Atom)





